Pengertian Teater & Jenis-Jenis Teater

Teater

Selamat siang Guys, kali ini Babang Ojan akan menjelaskan seputar Teater. Dah yok kita simak aja biar ilmu wawasan makin banyak.

Pengertian Teater – Teater atau yang dalam bahasa Inggris dinamakan sebagai theatre/theater ialah suatu format kolaborasi dari seni murni. Teater adalahpenampilan “langsung”, seringkali diperankan oleh yang dinamakan sebagai aktor atau aktris, menerapkan kejadian yang pernah terjadi ataupun khayalan kepada pemirsa di atas panggung.

Para peraga, yakni aktris dan aktor itu dapat berkomunikasi dengan penonton memakai kombinasi dari gestur, perkataan, lagu, musik, ataupun tarian.

Elemen-elemen seni laksana lukisan pemandangan dan tata panggung laksana pencahayaan dipakai untuk menambah postur fisik, kehadiran, dan menciptakan peragaan itu seolah hidup.

Tempat yang dipakai untuk memperagakan ini menurut daftar sejarah secara eksklusif dinamai sebagai “theatre” yang adalahkata turunan bahasa Yunani “theatron”. Theatron ini secara umum berarti lokasi untuk melihat.

Jenis-Jenis Teater Berdasarkan Wilayah Negara

Teater Klasik dan Helenistik Yunani

Athena, Yunani yang adalahtempat dimana teater Barat kesatu kali muncul, ialah tempat yang sangat pelbagai dan sarat dengan kebudayaan. Kultur teater atau pertunjukan pada masa Yunani klasik terdiri dari festival, ritual-ritual religi, politik, hukum, atletik dan olahraga, musik, puisi, pernikahan, penguburan, dan beda nsebagainya.

Asal-muasal teatel pada zaman Yunani kuno, menurut keterangan dari Aristoteles yang kesatu kali menyampaikan teori mengenai teater, ditemukan di festival-festival untuk memuliakan Dionysus.

Peragaan ini dilaksanakan di auditorium berbentuk semi-lingkaran yang dapat menampung sepuluh ribu sampai dua puluh ribu orang.

Panggungnya terdiri dari lokasi orkestra, ruang ganti, dan pun area bangunan yang mempunyai pemandangan bagus. Berhubungan ucapan-ucapan mempunyai andil yang urgen pada teater Yunani kuno ini, akustik yang baik serta jelas adalahhal utama. Para peraga, seringkali laki-laki, memakai topeng yang cocok dengan karakter yang ia mainkan.

Teater Roma

Teater Barat berkembang begitu pesat di bawah dominasi Kekaisaran Romawi. Livy, seorang sejarawan Romawi, menyebutkan bahwa orang-orang di kerajaan itu kesatu kali mengerjakan teatrikal pada abad ke-4 SM.

Teater pada masa Romawi kuno adalahperpaduan dari pelbagai jenis seni, mulai dari penampilan pesta rakyat dari teater jalanan, tarian tanpa busana, acrobat, sampai komedi yang memakai bahasa tingkat tinggi. Teater pada masa Kekaisaran Romawi disinyalir menyerahkan efek terhadap pertumbuhan literatur-literatur Latin pada masa selanjutnya.

Teater India

Sebuah unsur dari drama berbahasa Sansekerta yang diduga berasal dari abad ke-1 M sudah ditemukan semua arkeolog. Ini mengindikasikan bahwa bisa jadi besar terdapat teater-teater yang lebih kuno dari tersebut di India.

Kitab Weda kuno (yang kira-kira sekira 1500-1000 SM) ialah salah satu dari karya literatur tertua di dunia. Kitab ini berisi sejumlah dialog yang bisa jadi besar terus dikembangkan seiring berjalannya waktu.

Hingga 140 SM, ditemukan suatu bukti beda yang mengaku bahwa masyarakat India sudah menteatrikalkan suatu tata bahasa yang dirasakan sebagai mula mula kemunculan teater di tanah Hindu ini.

Fakta terkuat mengenai eksistensi teater berbahasa Sansekerta ini ialah keberadaan karya berjudul A Treatise on Theatre (Natyasastra) yang diduga muncul pada abad ke 2 SM sampai 2 M. Pengarangnya ialah seorang Hindu yang mempunyai nama Bharata Muni. Karya ini nyaris-nyaris adalahdramaturgi terlengkap dari masa kemajuan kuno.

Ia menyatakan tentang prinsip-prinsio acting, tarian, musik, konstruksi dramatis, arsitektur, kostum, dandanan, properti, pembagian tugas, penonton, kompetisi, dan peningkatan unsur-unsur mitologis di dalam teater.

Teater ini diperagakan di atas tanah suci oleh semua pemuka agama yang sudah diajar untuk kemampuan-kemampuan tersebut. Fungsinya ialah untuk mengajarkan dan menghibur.

Teater di India terus berkembang semenjak zaman itu. Seseorang yang berpengalaman dalam bidang drama India selanjutnya ialah Bhavabhuti yang bermunculan sekitar 7 M. Ia menghasilkan tiga karya teater familiar yaitu Malati-Madhava, Mahaviracharita, dan Uttar Ramacharita. Dua salah satu karya ini menceritakan tentang Ramayana.

Teater Cina

Ada sejumlah referensi yang menyatakan tentang seni teatrikal di Cina, bahkan dari dinasti Shang. Teater Cina seringkali melibatkan kebahagiaan, mim, serta peragaan akrobatik.

Seiring meningkatnya waktu, dinasti Tang semakin mengembangkan seni teater karena dirasakan sebagai “Era 1000 Hiburan”. Di masa ini, Ming Huang menegakkan sebuah sekolah akting mempunyai nama The Pear Garden. Sekolah ini seringkali menghasilkan drama-drama musical.

Ketika hingga di masa pemerintahan Ratu Ling, shadow puppetry atau teater boneka yang mengandalkan bayang-bayang (seperti wayang) mulai hadir dan menjadi terkenal. Sampai sekarang, seni tersebut dinobatkan sebagai di antara seni teater khas Cina.

Di masa dinasti Song, ada tidak sedikit sekali jenis peragaan yang melibatkan acrobat dan musik. Keterampilan ini dikembangkan di masa selanjutnya, yakni dinasti Yuan, dan menjadi semakin baik. Seni teater satu ini terus bertahan sampai zaman canggih saat ini yakni Opera Peking.

Teater Post-Klasik di Barat

Pengertian Teater

Teater menjadi lebih variatif di dunia Barat pada abad ke-15 sampai 19 M, tergolong di antaranya Commedia Dell’arte dan melodrama. Semakin lama, dialog-dialog yang dipakai semakin realistik dan natural, lagipula setelah kehadiran era Revolusi Industri.

Di Inggris, teater tidak terlalu familiar pada 1642 sampai 1660 sebab Puritan Interregnum. Orang-orang Puritan ini menyaksikan teater sebagai sesuatu yang menjijikkan sampai-sampai mereka hendak menghilangkan pengaruh teater di masyarakat. Ketika Charles II menjabat lagi pada 1660 di era Restorasi, teater pulang mempunyai pengaruh.

Jenis-Jenis Teater Berdasarkan Pementasannya

Ada sejumlah jenis teater yang mesti Anda ketahui sebagai berikut.

Drama

Drama ialah salah satu model kisah fiksi yang diperlihatkan dalam format peragaan. Istilah ini datang dari bahasa Yunani yang berarti “aksi”, yang diturunkan dari kata kerja drao yang berarti guna melakukan. Drama pada seni teatrikal di antaranya terdapat Hamlet karya Shaskepeare dan yang lebih canggih ada Long Day’s Journey into Night karya Eugene O’Neill. Drama seringkali dikombinasikan dengan musik dan tarian.

Teater Musikal

Musik dan teater mempunyai hubungan yang erat semenjak masa pra-sejarah. Teater musikal modern seringkali merupakan campuran dari musik, dialog, dan tarian. Jenis teater yang satu ini hadir dari opera komik laksana Gilbert and Sullivan. Phantom of The Opera dan Les Miserables ialah dua salah satu yang terkenal.

Komedi

Pengertian Teater

Jika sebuah teater memakai humor sebagai tumpuan utama, makai a termasuk ke dalam jenis teater komedi. Yang familiar dari jenis ini ialah teater berjudul Boeing Boeing dan As You Like It. Terkadang, komedi menceritakan tentang sesuatu yang kontroversial dan tabu dengan bumbu-bumbu bercandaan, sampai-sampai orang tidak dapat “mengkriminalisasikannya” dengan memandangnya serius. Genre ini pun meliputi satir, yang seringkali juga dapat digunakan guna menyindir pemerintah.

Perbedaan Antara Teater Klasik & Modern

Teater canggih merujuk pada teater-teater yang hadir setelah abad ke-20 M. Teater canggih ini berfokus pada persepsi umum mengenai seni dan keterbukaannya guna dikritik. Realisme, teater musikal, dan opera ialah beberapa misal teater modern/

Sementara itu, teater klasik adalahjenis teater yang bergantung pada khayalan dengan properti terbatas. Biasanya, bahasa-bahasa yang dipakai tergolong kaku, baku, dan paling puitis. Contohnya ialah karya-karya teatrikal William Shakespeare.