Pengertian HAM

Pengertian HAM

Hak Asasi Manusia (HAM) atau dalam bahasa Inggris berarti human rights ialah prinsip-prinsip moral atau norma-norma yang mencerminkan standar tertentu dari perilaku manusia, dan dibentengi secara tertata sebagai hak-hak hukum dalam hukum kota dan internasional.

Berdasarkan keterangan dari John Locke: Hak asasi ialah hak yang diserahkan langsung oleh Tuhan sebagai sesuatu yang mempunyai sifat kodrati. Artinya, hak yang dipunyai manusia menurut keterangan dari kodratnya tidak dapat diceraikan dari hakikatnya, sampai-sampai sifatnya suci.

John Locke[/su_note]

HAM umumnya dicerna sebagai urusan yang mutlak/absolut, sebagai hak-hak dasar “yang seseorang secara inheren berhak sebab dia ialah manusia”, dan yang “melekat pada seluruh manusia” terlepas dari bangsa, lokasi, bahasa, agama, asal-usul etnis atau kedudukan lainnya.

Meski begitu, perwujudan hak asasi insan tidak benar benar dapat dilaksanakan secara mutlak sebab dapat melanggar hak asasi orang lain.

Memperjuangkan hak sendiri dengan melalaikan hak orang beda adalah tindakan yang tidak manusiawi sebab hak hak asasi saya dan anda selalu berbatasan dengan hak hak asasi orang lain. Karena itulah HAM memerlukan empati dan aturan hukum serta memaksakan keharusan pada orang untuk memuliakan hak asasi insan dari orang lain. Dalam urusan ini, ketaatan terhadap aturan menjadi penting.

Dasar-dasar HAM ini tertuang dalam pernyataan kemerdekaan Amerika Serikat atau Declaration of Independence of USA serta yang tertera dalam UUD 1945 Republik Indonesia, laksana yang ada pada pasal 27 ayat 1, pasal 28, pasal 29 ayat 2, pasal 31 ayat 1, serta pasal 30 ayat 1.Dari sedikit keterangan diatas dapat anda simpulkan bahwa, Pengertian HAM ialah: hak yang melekat dalam diri setiap insan yang dibawa semenjak lahir ke dunia dan berlaku sepanjang hidupnya serta tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun sebab hak itu mempunyai sifat kodrati yang diserahkan oleh Tuhan YME pada masing-masing manusia, hak asasi ini mestilah dijunjung tinggi dan dinyatakan oleh seluruh orang.

Hak asasi pun tak boleh dijauhkan atau diceraikan dari keberadaan pribadi individu atau insan tersebut. Hak asasi tidak bisa dilepas dengan dominasi atau dengan urusan hal lainnya, bilamana itu hingga terjadi maka bakal memberikan akibat kepada insan yaitu insan akan kehilangan martabat yang bahwasannya menjadi inti nilai kemanusiaan.

Pengertian HAM Berdasarkan Keterangan dari Para Ahli

Selain definisi HAM secara Umum laksana yang sudah diterangkan diatas. Para berpengalaman dan pakar mempunyai pendapat yang berbeda lain dalam mendefinisikan apa tersebut HAM. Bagi lebih jelasnya, simak sebagai berikut kumpulan definisi HAM menurut keterangan dari para ahli:

Berdasarkan keterangan dari John Locke: Hak asasi ialah hak yang diserahkan langsung oleh Tuhan sebagai sesuatu yang mempunyai sifat kodrati. Artinya, hak yang dipunyai manusia menurut keterangan dari kodratnya tidak dapat diceraikan dari hakikatnya, sampai-sampai sifatnya suci.

Hal yang serupa juga disebutkan oleh C. de Rover: Menurutnya, HAM ialah hak hukum yang dipunyai setiap orang sebagai manusia. Hak hak tersebut mempunyai sifat universal dan dipunyai setiap orang, kaya maupun miskin, laki-laki ataupun perempuan.

Hak-hak tersebut barangkali saja dilanggar, namun tidak pernah bisa dihapuskan. Hak asasi adalah hak hukum, ini berarti bahwa hak-hak itu adalah hukum. Hak asasi manusia dibentengi oleh konstitusi dan hukum nasional di tidak sedikit negara di dunia.

Hak asasi manusia ialah hak dasar atau hak pokok yang dibawa insan sejak bermunculan sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Hak asasi insan dihormati, dijunjung tinggi, dan dibentengi oleh negara, hukum, pemerintah, dan masing-masing orang. Hak asasi manusia mempunyai sifat universal dan abadi.

Sedangkan di Indonesia sendiri, menurut keterangan dari Undang-Undang Nomor 39 tahun 1999, HAM ialah seperangkat hak yang melekat pada hakikat eksistensi manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.

Hak tersebut adalahanugerah-Nya yang mesti dihormati, dijunjung tinggi, dan dibentengi oleh Negara, hukum, pemerintah, dan masing-masing orang demi kebesaran serta perlindungan harkat dan martabat manusia.

Contoh Pelanggaran Hak Asasi Manusia

Pelanggaran HAM ialah setiap tindakan seseorang atau kumpulan orang tergolong aparat negara baik disengaja ataupun tidak disengaja atau kelengahan yang secara hukum mengurangi, menghalangi, memberi batas dan atau menarik keluar HAM seseorang atau kumpulan orang yang dipastikan oleh Undang-Undang ini, dan tidak diperoleh atau dikhawatirkan tidak akan mendapat penyelesaian hukum yang berlaku (UU No. 26/2000 mengenai pengadilan HAM).

Kasus Tanjung Priok (1984)

Kasus Tanjung Priok (1984)

Kasus tanjung Priok terjadi tahun 1984 antara aparat dengan penduduk sekitar yang bermula dari masalah SARA dan bagian politis. Dalam peristiwa ini diperkirakan terjadi pelanggaran HAM dimana ada ratusan korban meninggal dunia dampak kekerasan dan penembakan.

Kasus Terbunuhnya Marsinah

Marsinah ialah salah satu korban pekerja dan kegiatan yang hak-hak pekerja di PT Catur Putera Surya, Porong Jawa Timur. Dia meninggal secara menyedihkan dan diperkirakan menjadi korban pelanggaran HAM berupa penculikan, penyiksaan dan pembunuhan.

Peristiwa Aceh (1990)

Peristiwa yang terjadi di Aceh semenjak tahun 1990 telah tidak sedikit memakan korban, baik dari pihak aparat maupun warga sipil yang tidak berdosa. Peristiwa Aceh diperkirakan dipicu oleh bagian politik dimana ada pihak-pihak tertentu yang mengharapkan Aceh merdeka.

Peristiwa Penculikan semua aktivis politik (1998)

Telah terjadi peristiwa penghilangan orang secara paksa (penculikan) terhadap semua aktivis yang menurut daftar Kontras terdapat 23 orang (1 orang meninggal, 9 orang dilepaskan, dan 13 orang lainnya masih hilang).

Kasus Bom Bali (2002)

Telah terjadi peristiwa pemboman di Bali, yakni tahun 2002 dan tahun 2005 yang dilaksanakan oleh teroris dengan menelan tidak sedikit korban rakyat sipil baik dari penduduk negara asing maupun dari penduduk negara Indonesia sendiri.

Kasus Pembunuhan Aktivis HAM Munir

Kasus munir merupakan misal lemahnya penegakkan HAM di Indonesia. Kasus Munir pun adalah hasil dari sisa-sisa pemerintahan orde baru yang saat itu lebih mempunyai sifat otoriter.

 

Sejarah HAM

Sejarah HAM

Berdasarkan keterangan dari teaching human right yang diterbitkan oleh perserikatan bangsa-bangsa (PBB), hak asasi insan (HAM) ialah hak-hak yang melekat pada masing-masing manusia, yang tanpanya insan mustahil bisa hidup sebagai insan hak hidup misalnya, adalah klaim untuk mendapat dan mengerjakan segala sesuatu yang dapat menciptakan seseorang tetap hidup. Tanpa hak itu eksistensinya sebagai insan akan hilang.

Wacana HAM di indonesia telah dilangsungkan seiring dengan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Secara garis besar pertumbuhan pemikiran HAM di indonesia dapat dipecah ke dalam dua periode, yaitu : sebelum kebebasan (1908-1945) dan setelah kemerdekaan.

Dalam sejarah pemikiran HAM di indonesia, Boedi Oetomo mewakali organisasi pergerakan nasional terdahulu yang mendengungkan kesadaran berserikat dan menerbitkan pendapat melewati petis-petisi yang ditujukan untuk pemerintah kolonial maupun lewat artikel di surat kabar.

Inti dari perjuangan Boedi Oetomo ialah perjuangan akan kemerdekaan berserikat dan menerbitkan pendapat melewati organisasi massa dan konsep perwakilan rakyat.

Tahun 1998 ialah era sangat penting dalam sejarah HAM di indonesia. Lengsernya tampuk dominasi Orde Baru sekaligus menandai berakhirnya rezim militer di Indonesia dan datangnya era baru demokrasi dan HAM, sesudah tiga puluh tahun lebih terpasung di bawah rezim otoriter.

Pada tahun ini Presiden Soeharto digantikan oleh B.J. Habibie yang kala tersebut menjabat sebagai Wakil presiden RI.