Pengertian Agama Menurut Para Ahli

Agama

Selamat pagi guys, kali ini gw mau ngebahas Pengertian, fungsi dan tujuan Agama. Agar lebih lengkapnya lagi hayuk kita simak!

Pengertian Agama

 Agama adalah sebuah kelompok terorganisir dari suatu kepercayaan, keyakinan, pandangan dunia dan sistem kebiasaan yang secara langsung menghubungkan insan dengan tatanan yang terdapat di dalam kehidupan.

Oleh sebab itu, tidak sedikit agama yang mempunyai simbol, narasi dan sejarah yang berbeda-beda dan bertujuan untuk mengulas makna hidup serta menyatakan asal usul dari sebuah kehidupan.

Beragamnya kebiasaan dan etnis insan di muka bumi menyerahkan kontribusi terhadap timbulnya agama yang pun bervariasi. Menurut sejumlah perkiraan, ada sekitar 4200 agama yang terdapat di semua dunia.

Jumlah agama yang bervariasi pastinya mempunyai praktik keagamaan yang pun berbeda. Praktik keagamaan yang berupa ritual, penyembahan, pengorbanan, festival, inisiasi, pemakaman, pernikahan, doa, lantunan musik, meditasi, seni, dan aspek lainnya adalahpancaran dari kebiasaan manusia di sebuah tempat.

Seperti yang anda tahu, di Indonesia mempunyai 6 agama yang diakui, sementara masih tidak sedikit agama nenek moyang yang tidak diakui. Sebenarnya, tidak mudah untuk manusia untuk mengulas pengertian agama secara gamblang, sebab agama pada hakikatnya memiliki sifat batiniah, subyektif dan individualistis.

Pengertian agama menurut keterangan dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, mengaku bahwa Agama ialah sistem yang menata tata keimanan/kepercayaan dan peribadatan untuk Tuhan Yang Maha Kuasa serta kaidah yang bersangkutan dengan pergaulan insan dan insan lainnya.

Pengertian Agama Berdasarkan Keterangan dari Para Ahli

Bozman

Mengutip pendapat dari para berpengalaman di dunia, laksana Bozman, mengaku bahwa agama dalam makna luas adalah suatu penerimaan terhadap norma-norma yang berlaku dalam sebuah masyarakat dari pada kekuatan yang lebih tinggi dari manusia.

Emile Durkheim

Seorang berpengalaman sekaligus pencetus sosiologi modern, Emile Durkheim, menuliskan bahwa agama adalahsuatus sistem yang terpadu dan terdiri atas praktik-praktiknya yang bersangkutan dengan hal-hal yang sakral atau suci.

Ia juga berasumsi bahwa insan sebagai umat yang beragama berjuang semaksimal barangkali untuk terus menerus menambah keimanan yang dipercayai untuk menjangkau tingkat kebersihan yang tinggi. Hal tersebut dapat dilakukan melewati ritual-ritual ibadah dan doa yang dipercayai sebagai urusan yang sakral dan suci dalam kehidupan beragama.

Bahrun Rangkuti

Sedangkan menurut keterangan dari Bahrun Rangkuti, seorang Muslim cendekiawan sekaligus seorang linguis, mengaku bahwa pengertian dan definisi agama di Indonesia berasal dari bahasa Sanskerta yang terdiri dari A dan Gama.

A disini memiliki makna tidak, Gama memiliki makna kacau. Bila disaksikan dari asal katanya, pengertian agama yakni suatu ketentuan dan atau norma-norma yang berlaku di masyarakat guna menghindari insan dari kekacauan serta mengarahkan insan kea rah yang lebih baik, tertata dan tertib.

Anthoni F. C. Wallace

Berdasarkan keterangan dari seorang berpengalaman antropologi familiar Amerika, Anthoni F. C. Wallace, definisi agama yakni seperangkat upacara yang dilaksanakan dengan rasional dan terkaitdengan mitos.

Kekuatan mitos dan supranatural yang terkaitdengan agama dominan terhadap perubahan suasana pada insan dan alam semesta dalam kehidupan.

Hal ini sama dengan definisi agama menurut keterangan dari Nicolaus Driyarkara SJ yang mengaku bahwa agama ialah suatu kepercayaan yang hadir di masyarakat sebab adanya kekuatan supranatural yang diandalkan mengatur serta membuat alam dan segala sesuatu yang sedang di dalamnya.

Beberapa berpengalaman ada yang mengklasifikasikan agama secara universal yang diidentifikasikan dengan kumpulan etnis dan kebiasaan tertentu, serta memiliki kegiatan untuk menggali anggota baru.

Tak heran, andai pada kumpulan agama yang berasal dari etnis tertentu menampik perbedaan antar agama beda dan mengindikasikan bahwa seluruh praktek agama mempunyai asal filosofis yang sama, sebab berasal dari suatu kebiasaan yang pun sama. Namun, ada pun yang mengindahkan adanya perbedaan yang mencolok, entah dari paham maupun filosofi asal kebiasaan dan etnis yang berbeda.

Fungsi Agama Dalam Kehidupan Manusia Dalam Kehidupan Bermasyarakat,

adanya agama memiliki tidak sedikit fungsi guna mengendalikan kestabilan antara kehidupan insan dan alam semesta maupun sesama manusia. Namun, dari sisi sains sosial, faedah agama mempunyai faedah yang lain, laksana yang akan diterangkan di bawah ini.

Memberi Pandangan Terhadap Dunia dan Alam Semesta.

Agama dinilai senantiasa memberi pencerahan mengenai dunia dan alam semesta beserta segala isinya yang dominan terhadap kehidupan insan di dunia.

Segala sesuatu yang terjadi di dalam dunia memang tidak sepenuhnya dapat diciduk melalui indera manusia. Disinilah agama berperan dalam menyerahkan pencerahan daripada pandangan hidup yang terdapat di kehidupan manusia.

Menjawab Persoalan yang Tidak Mampu Dijawab Oleh Manusia.

Berbagai permasalahan yang senantiasa menjadi pertanyaan insan tak tidak banyak tidak bisa terjawab oleh akal manusia. Salah satunya yakni kehidupan setelah insan meninggal.

Disinilah agama bermanfaat dalam menyatakan tentang adanya kehidupan sesudah mati dengan sekian banyak versi dan keyakinan yang dianut cocok dengan kebiasaan maupun mitos yang diandalkan .

Menjadi Acuan Dalam Hidup Bersosialisasi.

Pengertian Agama

Banyak agama yang terdapat di dalam dunia mengajarkan umatnya tentang tindakan baik yang mesti dilaksanakan dan tindakan jahat yang mesti dihindari.

Dalam doktrin beragama sebetulnya telah menciptakan kode etik sendiri yang wajib dilaksanakan oleh semua penganut agama tersebut. Disinilah agama bermanfaat untuk mengontrol kehidupan bersosialisasi dalam bermasyarakat.

Fungsi Integratif

Selain guna menjadi acuan dalam bersosialisasi, agama mempunyai peran sebagai hal integratif guna mencipatkan ikatan bareng dalam bermasyarakat dan kewajiban-kewajiban sosial.

Salah satunya yakni adanya nilai-nilai agama yang menjadi dasar sistem kehidupan sosial yang secara utuh didukung kelompok-kelompok keagamaan. Dengan begitu, agama dapat memastikan adanya consensus dalam kehidupan bermasyarakat.

Fungsi Disintegratif

Walaupun agama memiliki faedah pemersatu dalam kehidupan bersosialisasi dan memelihara keberadaan pada sebuah masyarakat, agama juga dapat memainkan peran guna mencerai-beraikan bahkan memecah-belah keberadaan suatu kumpulan dalam bermasyarakat.

Sebenarnya, urusan ini menjadi di antara risiko dari begitu fanatiknya agama yang mengikat kumpulan pengikutnya sampai-sampai seringkali malah mengabaikan norma-norma sosial yang terdapat pada kehidupan bermasyarakat.

Tujuan Agama Dalam Kehidupan Manusia.

Pengertian Agama

Di samping mempunyai peranan yang urgen dalam kehidupan manusia, agama pun mempunyai tujuan yang tak kalah urgen dalam kehidupan manusia.

Adapun destinasi dari agama ialah sebagai tatanan Yang Maha Kuasa guna membimbing insan yang memiliki akal dan akhlak sehat untuk berjuang mencari kebahagiaan hidup di dunia maupun di akhirat nanti atau tidak jarang disebut “kehidupan selanjutnya”.

Di samping itu, agama yang terdapat di masyarakat pun mengajarkan untuk para penganutnya guna dapat menata hidupnya, entah dalam kehidupan bermasyarakat maupun secara individual.

Hal ini bertujuan untuk menata hidup sosial dan sebagai pendahuluan jalan untuk Tuhan Yang Maha Esa saat nantinya insan sudah tidak sedang di dunia lagi. Ajaran-ajaran kebajikan yang diserahkan dalam masing-masing agama bertujuan guna mengatur teknik berperilaku insan terhadap alam dan sesama insan lainnya sampai-sampai terbentuk sebuah tatanan kehidupan masyarakat yang sebanding serta saling memuliakan satu dengan lainnya.

Pada doktrin agama yang universal, kebenaran yang diajarkan tidak dapat diolah dan mempunyai sifat permanen, sampai-sampai sering terjadi perbedaan pendapat antara satu dengan agama lainnya.