Koperasi

Selamat siang guys, Babang Ojan mau ngebahas tentang koperasi nih. Simak yuks biar nambah pengetahuan.

Pengertian Koperasi – Suatu badan usaha yang bergerak dalam organisasi ekonomi dan dioperasikan oleh semua anggotanya untuk mengisi kebutuhan bareng disebut dengan istilah koperasi.

Beberapa sumber pun ada yang mengaku bahwa koperasi ialah suatu badan yang mempunyai legalitas secara hukum disusun atas asas kekeluargaan guna mensejahterakan semua anggotanya. Dalam urusan ini, koperasi disusun dengan menganut prinsip gerakan ekonomi kerakyatan.

Koperasi yang berupa badan usaha bisa didirikan secara perorangan ataupun secara hukum. Sistem kerja dari koperasi yaitu mengoleksi dana dari semua anggota yang tercebur di dalamnya.

Dana itu akan dipakai sebagai modal untuk mengawali usaha yang sudah disepakati dan cocok kebutuhan bareng dalam bidang ekonomi.

Istilah koperasi secara etimologi berasal dari kata “co-operation” yang memiliki makna kerjasama. Dengan demikian, masing-masing anggota yang tercebur mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam operasional koperasi. Di samping itu, masing-masing anggota pun mempunyai hak suara yang sama ketika diselenggarakan pengambilan keputusan.

PENGERTIAN KOPERASI MENURUT PARA AHLI

Koperasi

1. MUNKNER

Berdasarkan keterangan dari Munkner, koperasi merupakan sebuah organisasi tolong-menolong yang menjalankan ‘urusniaga’ secara kumpulan, yang mempunyai azaz tolong-menolong. Seluruh pekerjaan dalam urusniaga semata-mata mempunyai tujuan ekonomi, bukan sosial yang terdapat pada gotong royong.

2. ARIFINAL CHANIAGO

Berdasarkan keterangan dari Arifinal, koperasi adalahsebuah perkumpulan yang beranggotakan badan hukum atau orang-orang yang memberikan kemerdekaan kepada anggota untuk terbit masuk, dengan berkolaborasi secara kekeluargaan menjalankan usaha untuk menambah kesejahteraan anggota.

3. HATTA

Mohammad Hatta atau yang juga tidak sedikit dikenal dengan Bapak Koperasi Indonesia ini menuliskan bahwa koperasi adalah sebuah usaha bareng untuk membetulkan nasib penghidupan ekonomi menurut tolong-menolong.

4. UU NO. 25 / 1992

Berdasarkan keterangan dari UU No. 25 / 1992, koperasi adalahbadan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan aktivitasnya atas dasar prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang mempunyai dasar atas azaz kekeluargaan.

BAPAK KOPERASI INDONESIA

Koperasi2

Seorang figur nasional yang dikenal dengan jasanya sebagai pahlawan Nasional sekaligus proklamator kebebasan Indonesia, Mohammad Hatta, atau tidak jarang dikenal dengan sebutan bung Hatta. Lelaki yang bermunculan di Bukittinggi pada tanggal 12 Agustus ini pun dikenal dengan julukan Bapak Koperasi Indonesia.

Dengan rasa kepeduliannya terhadap rakyat dan keberlanjutan sistem ekonomi pemerintah Indonesia yang tinggi, bung Hatta akhirnya menciptakan suatu gerakan yang konsentrasi terhadap penambahan ekonomi kerakyatan melewati koperasi.

Berdasarkan keterangan dari bung Hatta, destinasi utama suatu negara yakni memakmurkan rakyat dan negara dengan memakai asas kekeluargaan dan format ekonomi yang sangat cocok untuk negara Indonesia ialah usaha bareng dengan asas kekeluargaan.

Yang dimaksud usaha bareng menurut keterangan dari bung Hatta ialah koperasi. Dengan kontribusinya terhadap perekonomian pemerintah Indonesia, bung Hatta diusung menjadi Bapak Koperasi Indonesia pada tahun 1953, tepat saat diselenggarakan Kongres II di Bandung.

Pada tahun 1971, bung Hatta sempat membuat kitab yang menjadi landasan koperasi dengan judul Membangun Koperasi & Koperasi Membangun.

Dalam bukunya itu, bung Hatta membagi modal sosial ke dalam 7 nilai motivasi koperasi yang terdiri dari kebenaran kesatu guna menggerakkan kepercayaan; keadilan kedua dalam usaha bersama; kebaikan ketiga dan kejujuran menjangkau perbaikan; lima pertanggungjawaban dalam individualitas dan solidaritas; mengetahui paham yang sehat, cerdas dan tegas; keinginan menolong diri sendiri serta menggerakkan keswasembadaan dan otoaktiva; dan yang ketujuh yakni kesetiaan dalam kekeluargaan.

Di samping 7 nilai motivasi koperasi, bung Hatta pun membuat 7 prinsip operasional koperasi secara internal dan eksternal.

7 prinsip itu yaitu keanggotaan sukarela dan terbuka; pengendalian oleh anggota secara demokratis, partisipasi hemat anggota, otonomi kebebasan, Pendidikan, pelatihan dan informasi, kerjasama antar koperasi, dan yang terakhir yakni kepedulian terhadap komunitas.

Prinsip koperasi bung Hatta ini yang dilaksanakan beliau saat membuat dan mengembangkan koperasi di Indonesia.

Akuntansi koperasi ialah pencatatan, pengklasifikasian, pelaporan, dan pengartian laporan finansial koperasi dalam satu periode tertentu. Dalam koperasi juga diperlukan laporan finansial sebagai unsur dari akuntansi untuk menyerahkan informasi finansial koperasi pada pihak-pihak tertentu, baik internal maupun eksternal.

Dengan adanya laporan finansial koperasi, kita dapat memahami kondisi finansial koperasi, jumlah SHU yang diperoleh, jumlah harta, keharusan dan kekeayaan koperasi sekitar periode tertentu.

Tak melulu itu, dengan laporan finansial koperasi, Anda bisa mengantisipasi penyelewengan yang dilaksanakan oleh pengelola koperasi dan mempermudah pihak yang berkepentingan guna menganalisa finansial koperasi sebagai bahan pemungutan keputusan.

PRINSIP-PRINSIP KOPERASI

Menjalankan koperasi bertolak belakang dengan menjalankan usaha biasa sebab ada prinsip-prinsip yang mesti dipenuhi. Prinsip-prinsip tersebut adalah:

1. KEANGGOTAAN BERSIFAT SUKARELA DAN TERBUKA

Sukarela dengan kata lain anggota bergabung tanpa paksaan. Terbuka berarti siapa saja yang dapat menjalankan keharusan sebagai anggota berhak bergabung dalam koperasi.

2. PENGAWASAN OLEH ANGGOTA DISELENGGARAKAN SECARA DEMOKRASI

Demokrasi dengan kata lain setiap anggota diizinkan menyampaikan pendapat cocok dengan peraturan yang berlaku. Pengurus maupun Pengawas tidak dapat mencabut hak-hak seorang anggota kecuali anggota itu mengundurkan diri dari posisinya.

3. ANGGOTA BERPATISIPASI AKTIF DALAM KEGIATAN EKONOMI KOPERASI

Setiap anggota mempunyai perannya sendiri-sendiri dalam koperasi, baik sebagai pengurus, pengawas maupun anggota yang berkontribusi dengan melaksanakan pekerjaan usaha koperasi.

4. PEMBERIAN BALAS JASA SESUAI MODAL

Balas jasa berupa SHU diserahkan kepada anggotanya secara adil. Untuk anggota yang menyertakan modal besar, maka SHU yang diterima bakal besar juga. Begitu pun sebaliknya.

5. KOPERASI MERUPAKAN BADAN USAHA SWADAYA YANG OTONOM DAN INDEPENDEN

Artinya dalam menjalankan usahanya koperasi tidak diprovokasi oleh kepentingan pribadi anggotanya maupun kepentingan pihak luar.

6. KOPERASI MENYELENGGARAKAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Pendidikan dan pelatihan diserahkan baik guna anggota atau masyarakat umum. Pendidikan dan pelatihan guna anggota bertujuan guna meningkatkan keterampilan mereka sampai-sampai koperasi bisa beroperasi lebih baik, sementara pelatihan guna masyarakat umum bertujuan untuk menambah kesadaran masyarakat bakal peran koperasi dalam menambah kesejahteraan.

7. KOPERASI MEMPERKUAT GERAKAN DENGAN BEKERJASAMA

Kerjasama dengan koperasi beda maupun dengan organisasi beda dapat dilaksanakan lewat jaringan pekerjaan pada tingkat lokal, regional, nasional dan internasional. Tujuan dari kerja sama ialah untuk memperkuat gerakan koperasi sampai-sampai dapat memberikan guna yang lebih banyak lagi untuk perekonomian nasional.

JENIS-JENIS KOPERASI

Koperasi

Ada sejumlah jenis koperasi menurut fungsinya. Dalam UU RI No. 17 Tahun 2012, dilafalkan bahwa jenis-jenis koperasi di Indonesia ialah sebagai berikut:

1. OPERASI KONSUMEN

Sesuai namanya, koperasi ini diperuntukkan untuk konsumen barang dan jasa. Biasanya, mereka menjual sekian banyak kebutuhan harian laksana kelontong atau perangkat tulis sampai-sampai sekilas tampak laksana toko biasa. Bedanya, deviden yang didapat dari penjualan akan diberikan kepada anggotanya.

Di samping itu, karena seringkali yang melakukan pembelian dari koperasi konsumen ialah anggotanya juga, maka harga barangnya ingin lebih murah dari toko biasa.

2. KOPERASI PRODUSEN

Sesuai namanya, koperasi ini diperuntukkan untuk produsen barang dan jasa. Koperasi ini memasarkan barang buatan anggotanya, contohnya koperasi peternak sapi perah memasarkan susu sementara koperasi peternak lebah memasarkan madu.

Dengan bergabung dalam koperasi, semua produsen dapat mendapatkan bahan baku dengan harga lebih murah dan memasarkan hasil produksinya dengan harga layak.

3. KOPERASI JASA

Koperasi jasa nyaris sama laksana koperasi konsumen, namun yang disediakan oleh koperasi ini ialah kegiatan jasa atau pelayanan untuk anggotanya. Misalnya saja, koperasi jasa angkutan atau koperasi jasa asuransi.

4. KOPERASI SIMPAN PINJAM

Koperasi simpan pinjam menyerahkan pinjaman untuk anggotanya. Koperasi ini bertujuan untuk menolong anggotanya yang memerlukan uang dalam jangka pendek dengan kriteria yang gampang dan bunga yang rendah.

5. KOPERASI SERBA USAHA

Beberapa koperasi menyediakan sejumlah layanan sekaligus. Misalnya, selain memasarkan barang keperluan konsumen, koperasi tersebut pun menyediakan jasa simpan pinjam. Koperasi laksana ini dinamakan sebagai Koperasi Serba Usaha (KSU).