Isu Larangan Export Rotan Untuk Menyerang Jokowi

Saat ini sedang beredar isu tentang para pelaku industri rotan yang memprotest Presiden Jokowi tentang larangan export rotan.

Info-info seperti ini yang perlu kita bantu pemerintah untuk sosialisasi kepada teman-teman.

Dari isu-isu seperti ini, mengharuskan kita untuk mau membaca lebih banyak berita tentang topik yang bersangkutan, agar kita juga mengerti dan bukan malah sebaliknya tanpa sadar ikut memperbesar isu-isu yang sengaja dihembuskan oleh pihak oposisi.

Dari isu itu sendiri ada yang perlu digaris-bawahi. Benarkah yang dilarang export adalah Rotan? Bukan. Bukan sedar Rotan, tapi adalah Rotan Mentah.

Perlu diketahui bahwa yang dilarang adalah “Produk Mentah”, atau Rotan Mentah, Rotan Setengah Jadi. bukan Produk jadi hasil olahan Rotan seperti meja, kursi, mebel-mebel, dll

Ada beberapa yang harus kita catat.

1. Yang dilarang adalah Rotan Mentah-nya, bahan bakunya, bukan hasil olahannya.
2. Hasil olahan justru di dukung pemerintah. Justru ini adalah tujuan pemerintah agar export hasil olahannya meningkat.
3. Perlu diketahui, Indonesia adalah penyedia bahan baku rotan terbesar di dunia (85 %)
4. Pabrik-pabrik di luar negeri mendapatkan bahan baku dari Indonesia, sehingga mereka bisa membuat meja kursi mebel, dan membuat para pembeli Lari ke mereka.
5. Kenapa pembeli lari ke mereka? Karena pabrik-pabrik di luar negeri punya alat-alat yg lebih canggih, modal pembiayaan yang jauh lebih besar, kepercayaan yang sudah dimiliki oleh pembeli2 sebelumnya.

Pabrikan Indonesia yang rata-rata masih home industry kalah saing dengan pabrik-pabrik luar negeri itu. Perlu strategi untuk bisa mengalahkan mereka. Ini adalah langkah cerdas pemerintah sebenarnya. Jangan kasih mereka bahan baku. Larang export bahan baku. Dengan demikian pabrik-pabrik luar negeri itu tidak punya bahan baku, tidak bisa produksi, alhasil produk-produk dari Indonesia yang laku di pasar dunia.

Nah, hal-hal ini lah yang perlu kita bantu sosialisasikan ke masyarakat. Jangan hanya menuntut pemerintah untuk membuka atau melarang, sebelum kita sendiri mengerti.

Perlu diketahui lagi, bahwa larangan export bahan mentah ini bukan pertama kali ini dilakukan.

Tahun 1989 hingga 1999 pernah di larang
Tahun 2004 sampai Juni 2005 juga pernah di larang
Tahun 2011 sampai sekarang di larang.

Melarang Export Rotan Mentah diisukan seolah buruk bagi industri rotan, padahal sesungguhnya justru ini menguntungkan para pelaku industri rotan karena produk-produk olahan rotan Indonesia menjadi semakin meningkat daya jual dan daya saingnya, sehingga keuntungan pun lebih besar didapat.

2 Replies to “Isu Larangan Export Rotan Untuk Menyerang Jokowi”

  1. Setuju rotan mentah / setengah jadi dilarang utk diekspor. Yg diijinkan adalah produk dari rotan. Utk menjaga keberlangsungan pasokan bahan baku, kelestarian hutan dan meningkatkan nili tambah mayrkt scr ekonomi. Peluang besar bagi industri pengolah rotan utk investasi di dalam negeri

  2. Menanggapi tulisan diatas, bahwa isu larangan ekspor rotan untuk menyerang Jokowi, mohon ijin, saya menyampaikan comment sebagai berikut :

    Saya adalah seorang pensiunan, pendukung berat Pakdhe Jokowi untuk bisa terpilih kembali di pilpres 2019, bukan petani, pedagang maupun mempunyai usaha yang bergerak dibidang industri rotan, saya hanya mendengar ada ancaman penggembosan dari pelaku industri rotan, khususnya di level petani dan pedagang rotan.

    Pendapat, bahwa isu larangan ekspor rotan untuk menyerang Jokowi perlu dikaji dan dilihat lebih jernih, jangan sampai masalah yang subtansial yaitu ancaman menjadikan Jokowi 2 periode menjadi terabaikan, disisi lain ancaman itu memang nyata adanya.

    Tujuan kebijakan tersebut sejatinya bagus untuk menambah value added produk rotan berikut multiplier effectnya, apalagi Indonesia tercatat sebagai eksportir rotan terbesar didunia, shg mempunyai peluang sebagai pengendali pasar. Permasalahannya muncul pada saat industri dalam negeri yang berperan menambah value added TIDAK MAMPU meng-absorb produk rotan dari petani dan pedagang, sehingga terjadi over supply di level petani dan pedagang dan itu pula yang meyebabkan mereka yang jumlahnya cukup besar, banyak yang gulung tikar.

    Untuk memahami situasi tersebut, sebaiknya para pemangku kepentingan khususnya pemerintah sebagai regulator harus blusukan seperti Pakdhe Jokowi, sehingga bisa mendengar dan mengetahui situasi dan kondisi riil di lapangan khusuhnya di Pulau Kalimantan.

    Menurut hemat saya yang diperlukan saat ini adalah harmonisasi produsen-konsumen, penjual-pembeli, petani, pedagang dan industri, sehingga bisa tercipta suply-demand yang ideal, sehingga tercipta win-win solution. Dalam jangka pendek untuk memperoleh informasi awal, Kasmaran untuk Jokowi bisa mengundang PEPPIRKA (PERKUMPULAN PETANI, PEDAGANG DAN INDUSTRI ROTAN KALIMANTAN).

    Logika saya juga mengatakan, bahwa tidak akan ada isu apabila tidak ada masalah. Oleh karenanya pasti ada masalah. Pemecahan masalah itulah barangkali Kasmaran untuk Jokowi bisa ikut membantu mengatasi, sehingga potensi ancaman penggembosan bisa kita eleminir dan cita-cita kita mengantarkan Pakdhe Jokowi 2 periode bisa tercapai.
    Mugi Gusti Allah SWT ngijabahi ……. Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published.